Selasa, 13 Desember 2011

Laporan Praktikum Isolasi Mikroba


LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

I.             JUDUL PRAKTIKUM      :  Isolasi Mikroba
II.          TUJUAN PRAKTIKUM   :
Mempelajari cara-cara pengisolasian mikroba dari alam ataupun dari substrat organik tertentu sampai mendapatkan kultyr murni.
III.       TANGGAL PRAKTIKUM           : 22 Oktober 2011
IV.       PENDAHULUAN
Pada bahasan berikut ini dititikberatkan pada metode/prosedur untuk menumbuhkan (membiakan) mikroorganisme di laboratorium. Terdapat beberapa mikroorganisme memerlukan keadaan yang sangat khusus, misalnya tidak ada O2 sama sekali (kondisi an aerob), sedikit O2 (microaerofilik), mutlak ada O2 (aerob), ada/tidak ada O2 (fakultatif). Selain itu, biasanya mikroorganisme di alam masih terdapat dalam bentuk campuran, dengan kata lain terdiri dari beberapa jenis mikroorganisme atau belum murni. Oleh karena itu, di dalam penelaahan terhadap suatu mikroorganisme, selain ditumbuhkan juga perlu dilakukan isolasi. Berikut ini akan dibahas tentang beberapa teknik isolasi mikroba dan pertumbuhan/pembiakannya.
A.    Isolasi Mikroba
Beratus-ratus spesies mikroba dapat menghuni berbagai macam bagian tubuh kita, misal: mulut, saluran pencernaan, kulit, dll. Sekali bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme. Satu gram kotoran manusia/hewan dapat mengandung jutaan bakteri. Udara, air, tanah, juga dihuni oleh sekumpulan mikroorganisme.
Populasi mikroorganisme tersebut pada umumnya terdapat dalam populasi campuran. Amat jarang mikroorganisme tersebut dijumpai sebagai satu spesies tunggal. Di sisi lain, untuk mencirikan dan mengidentifikasikan suatu spesies mikroorganisme tertentu, yang pertama harus dilakukan adalah memisahkannya dari organisme lain, hingga diperoleh biakan murni. Biakan murni adalah biakan yang sel-selnya berasal dari pembelahan satu sel tunggal.
Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Teknik tersebut dikenal dengan Isolasai Mikroba. Terdapat berbagai cara mengisolasi mikroba, yaitu: 1) isolasi pada agar cawan, 2) isolasi pada medium cair, dan 3) Isolasi sel tunggal.
1.      Isolasi pada agar cawan
Prinsip pada metode isolasi pada agar cawan adalah mengencerkan mikroorganisme sehingga diperoleh individu spesies yang dapat dipisahkan dari organisme lainnya. Setiap koloni yang terpisah yang tampak pada cawan tersebut setelah inkubasi berasal dari satu sel tunggal. Terdapat beberapa cara dalam metode isolasi pada agar cawan, yaitu: Metode gores kuadran, dan metode agar cawan tuang Metode gores kuadran. Bila metode ini dilakukan dengan baik akan menghasilkan terisolasinya mikroorganisme, dimana setiap koloni berasal dari satu sel.
Metode agar tuang. Berbeda dengan metode gores kuadran, cawan tuang menggunakan medium agar yang dicairkan dan didinginkan (50oC), yang kemudian dicawankan. Pengenceran tetap perlu dilakukan sehingga pada cawan yang terakhir mengandung koloni-koloni yang terpisah di atas permukaan/di dalam cawan.
2.      Isolasi pada medium cair
Metode isolasi pada medium cair dilakukan bila mikroorganisme tidak dapat tumbuh pada agar cawan (medium padat), tetapi hanya dapat tumbuh pada kultur cair. Metode ini juga perlu dilakukan pengenceran dengan beberapa serial pengenceran. Semakin tinggi pengenceran peluang untuk mendapatkan satu sel semakin besar.
3.      Isolasi sel tunggal
Metode isolasi sel tunggal dilakukan untuk mengisolasi sel mikroorganisme berukuran besar yang tidak dapat diisolasi dengan metode agar cawan/medium cair. Sel mikroorganisme dilihat dengan menggunakan perbesaran sekitar 100 kali. Kemudian sel tersebut dipisahkan dengan menggunakan pipet kapiler yang sangat halus ataupun micromanipulator, yang dilakukan secara aseptis.

B. Isolasi Mikroba
Setelah diperoleh biakan murni (koloni yang berasal dari sel tunggal), mikroorganisme tersebut siap dilakukan telaah dan identifikasi, dan kemudian ditumbuhkan sesuai tujuan.
Pertumbuhan pada mikroorganisme diartikan sebagai penambahan jumlah atau total massa sel yang melebihi inokulum asalnya. Telah dijelaskan pada bahasan sebelumnya, bahwa sistem reproduksi bakteri adalah dengan cara pembelahan biner melintang, satu sel membelah diri menjadi 2 sel anakan yang identik dan terpisah. Selang waktu yang dibutuhkan bagi sel untuk membelah diri menjadi dua kali lipat disebut sebagai waktu generasi. Waktu generasi pada setiap bakteri tidak sama, ada yang hanya memerlukan 20 menit bahkan ada yang memerlukan sampai berjam-jam atau berhari-hari.
Bila bakteri diinokulasikan ke dalam medium baru, pembiakan tidak segera terjadi tetapi ada periode penyesuaian pada lingkungan yang dikenal dengan pertumbuhan. Kemudian akan memperbanyak diri (replikasi) dengan laju yang konstan, sehingga akan diperoleh kurva pertumbuhan. Pada kurva pertumbuhan dikenal beberapa fase pertumbuhan, yaitu:
o   Fase lamban
Fase lamban merupakan periode awal dan merupakan fase penyesuaian diri (adaptasi), sehingga tidak ada pertambahan jumlah sel bahkan kadang-kadang jumlah sel menurun.
o   Fase cepat
Fase cepat merupakan periode pembiakan yang cepat. Pada periode ini dapat teramati ciri-ciri sel yang aktif. Waktu generasi pada setiap bakteri dapat ditentukan pada fase cepat ini. Pada fase tersebut dapat terlihat beberapa sel mulai membelah, yang lainnya setengah membelah, dan yang lainnya lagi selesai membelah.
o   Fase statis
Pada fase statis pembiakan mulai berkurang dan beberapa sel mati. Apabila laju pembiakan sama dengan laju kematian, maka secara keseluruhan jumlah sel tetap konstan. Hal ini dapat disebabkan karena berkurangnya nutrien ataupun terbentuknya produk metabolisme yang cenderung menumpuk mungkin menjadi racun bagi bakteri yang bersangkutan.
o   Fase kematian
Fase kematian merupakan fase dimana proses pembiakan telah berhenti. Sel-selnya sudah mati, yang kemudian akan diikuti dengan proses lisis. Apabila laju kematian melampaui laju pembiakan, maka jumlah sel sebenarnya menurun.
V.          Alat dan Bahan
No
Alat
Bahan
1
2
Jarum Ose
Bunsen
Media Agar dalam cawan petri

VI.       Prosedur Kerja







 








VII.    Hasil Pengamatan
No
Data hasil pengamatan
Gambar hasil pengamatan
1
Kelompok 1
Kamar tidur
a.       Warna                       : Kekuningan
b.      Jumlah Koloni          : 39
c.       Bentuk                     : titik-titik, bulat
d.      Permukaan               : rata
e.       Tepi koloni               : utuh
f.       Tidak terdapat jamur

IMG00346-20111026-1417.jpg
2
Kelompok 2
Kamar mandi (WC)
a.       Warna                       : Keputihan
b.      Jumlah Koloni          : 100
c.       Bentuk                     : titik-titik
d.      Permukaan               : timbul datar
e.       Tepi koloni               : utuh
f.       Banyak terdapat jamur


IMG00350-20111026-1419.jpg
3
Kelompok 3
Dapur
a.       Warna                       : Kekuningan
b.      Jumlah Koloni          : > 20
c.       Bentuk                     : titik-titik
d.      Permukaan               : timbul datar
e.       Tepi koloni               : utuh
f.       Tidak terdapat jamur

IMG00347-20111026-1417.jpg
4
Kelompok 4
Halaman Rumah
a.       Warna                       : Kekuningan
b.      Jumlah Koloni          : > 50
c.       Bentuk                     : titik-titik, bulat
d.      Permukaan               : timbul bulat
e.       Tepi koloni               : utuh
f.       Tidak terdapat jamur

IMG00352-20111026-1419.jpg
5
Kelompok 5
Ruang Tamu
a.       Warna                       : Kekuningan
b.      Jumlah Koloni          : < 20
c.       Bentuk                     : titik-titik, bulat
d.      Permukaan               : mencembung
e.       Tepi koloni               : utuh
f.       Tidak terdapat jamur


IMG00349-20111026-1418.jpg
6
Kelompok 6
Atap Dapur
a.       Warna                       : Kekuningan
b.      Jumlah Koloni          : > 20
c.       Bentuk                     : titik-titik, bulat
d.      Permukaan               : melengkung
e.       Tepi koloni               : utuh
f.       Tidak terdapat jamur

IMG00351-20111026-1419.jpg
7
Kelompok  7
Lemari
a.       Warna                       : keputihan
b.      Jumlah Koloni          : < 20
c.       Bentuk                     : bulat
d.      Permukaan               : timbul
e.       Tepi koloni               : utuh
f.       Tidak terdapat jamur

IMG00345-20111026-1416.jpg
8
Kelompok 8
Tempat sampah
a.       Warna                       : Kekuningan
b.      Jumlah Koloni          : > 20
c.       Bentuk                     : titik-titik, bulat
d.      Permukaan               : rata
e.       Tepi koloni               : utuh dan berbenang
f.       Tidak terdapat jamur

IMG00348-20111026-1418.jpg

Pembahasan
Ada beberapa metode dalam mengisolasi mikroba bakteri, fungi dan khamir (mikroorganisme) yaitu dengan menggunakan metode gores, metode tuang, metode sebar, metode pengenceran dan micromanipulator. Dua diantaranya yang paling sering digunakan adalah teknik cawan dan cawan gores. Kedua metode ini didasarkan pada prinsip yang sama yaitu mengencerkan organism sedemikian rupa sehingga tiap individu spesies dapat dipisahkan dengan lainnya. Praktikum ini bertujuan untuk mempelajari teknik-teknik di dalam pengisolasian mikroba beserta pemurniannya. Sampel tanah yang digunakanuntuk mendapatkan mikroba adalah sampel tanah kebun dan tanah disekitar sampah.Sedangkan sampel air yang digunakan adalah sampel air kemasan danair sungai. Dilakukan serangkaian pengenceran pada sampel untuk mengisolasi bakteri dari tanah/benda padat yang mudah tersuspensi atau terlarut atau zat cair.
Pengenceran ini bertujuan untuk mempermudah dalam perhitungan dalam jumlah koloni mikroba yang tumbuh, baik warna maupun karakteristik lainnya. Dari hasil praktikum dapat diketahui bahwa bentuk, tepian,warna dan elevasidari bakteri dan fungi. Untuk bakteri, bentuknya ada yang bundar, rizoid,tidak beraturan dan menyebar dengan yang tepian siliat, berlekuk, bercabang,berombak dan licin. Warna yang dapat dilihat dari koloni bakteri pada sampel air ini adalah semua berwarna putih susu dan elevasi pada semua sampel air ini adalah datar dan ada pula yang cembung. Akan tetapi terdapat sekitar dua sampel air yang tidak terkontaminasi oleh bakteri.
Koloni-koloni yang telah ditemukan pada masing-masing medium kemudian diidentifikasikan morfologinya yaitu bentuk luar, warna, struktur dalamkoloni, tepi koloni, elevasi serta jumlah koloninya.Pada masing-masing media sendiri terdapat keanekaragaman dalam morfologi tersebut. Koloni bakteri dapat dengan mudah dibedakan dari koloni lainnya dengan adanya penampakan umum berupa lender dan agak mengkilap. Bakteri adalah salah satu contoh mikroorganisme yang penting dan memiliki bentuk yang beragam.Pada umumnya bakteri berhubungan dengan makanan. Adanya bakteri dalam bahan pangan dapat mengakibatkan pembusukan yang tidak diinginkan atau menimbulkan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau dapat melangsungkan fermentasi yang menguntungkan.
Kontaminasi dalam praktikum isolasi dan pemurnian mikroba dapat mungkin terjadi jika kondisi dari alat, bahan maupun praktikan tidak steril. Oleh karena itu dalam setiap prosedur kerja, baik saat pengenceran ataupun saat menyebar mikrobia ke dalam medium perlu kehati-hatian agar tidak terjadi kontaminasi yang dapat merusak hasil percobaan
VIII. Kesimpulan
Isolasi merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan, sehingga diperoleh kultur murni. Pada praktikum ini bakteri-bakteri diisolasi di tempat yang berbeda-beda diantaranya di wc, dapur, ruang makan, halaman, atap dapur, lemari dan tempat sampah. Hasil dari isolasi mikroba ini tumbuh bakteri dalam jumlah banyak dan ada juga yang disertai dengan tumbuhnya jamur.
IX.       DAFTAR PUSTAKA
·      Bukle, KA.1987. Ilmu Pangan.Jakarta: Universitas Jakarta
·      Djuidjoseputro,D.1989.Dasar-dasar Mikrobiologi.Malang : Djambatan
·      Pelazar,Mj dan E.C.S Chan.1986. Dasar-dasar Mikrobiologi.Jakarta : Universitas Indonesia Press
·      www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Sejarah Perkembangan Mikrobiologi&&nomorurut_artikel=216

0 komentar:

Poskan Komentar